KEBUDAYAAN CILACAP DALAM PERSPEKTIF SEJARAH

PENULIS
Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M. Hum.
Prof. Dr. Dini Siswani Mulia, S.Pi., M.Si.
Hak cipta dilindungi oleh Undang-Undang
All Right Reserved
Hak cipta © Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M. Hum. 2026

PENYUNTING
Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M. Hum.

ILUSTRATOR SAMPUL

PENATA LETAK
Septia Nuha

Diterbitkan oleh Omera Pustaka
Anggota Ikapi
Alamat Kantor: Ajibarang Kulon, Banyumas, Jawa Tengah
Surel: omeracreative@gmail.com
Cetakan I, Juni 2026
Ukuran Buku: 15,5 x 23 cm
Halaman: viii + 167 hal

Kebudayaan masyarakat Cilacap dapat dicermati dari tiga wujud kebudayaan yang meliputi sistem budaya, sistem sosial, dan kebudayaan fisik. Sistem budaya masyarakat Cilacap tercatat pada beberapa teks, yakni Babad Pasir Sindhula, Babad Semangun (termasuk di dalamnya Kidung Montrawedha), Babad Noesa Tembini, dan Dialek Cilacap. Ada dua perempuan jin yang berasal dari Nusakambangan dan dasar Samudra (Laut Selatan), yaitu Dewi Minawati dan Ratu Ayu Genawati yang dioposisikan dengan dua perempuan lain, yakni Dewi Sri Wulan atau Brantarara dan Bandawati. Sistem sosial masyarakat Cilacap dapat digambarkan sebagai daerah abu-abu karena aktivitas sosialnya sebagai masyarakat bajak laut. Ada kemungkinan bahwa Pulebahas adalah raja bajak laut yang dikenal dalam legenda masyarakat sehingga dicitrakan seperti raksasa. Sementara itu, kebudayaan fisik yang menonjol adalah pembangunan kanal dari Sungai Serayu ke Donan, khususnya pelabuhan Cilacap meskipun upaya tersebut gagal. Kanal yang diselesaikan itu disebut Kaliyasa. 

Harga: Rp 123.200,00
ISBN: masih dalam proses

1 komentar untuk “KEBUDAYAAN CILACAP DALAM PERSPEKTIF SEJARAH”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *