
PENULIS
Latifatul Khoiriyah, Adi Yoga Pratama, Deka Levia Violin, Hana Soleha, Djatmico Ajie
Soma, Eka Didi Joewinata, Lathifa Asyaifulah, Jessica Violin, Miftahul Jannah, Nendi Asiria
Vonda, Nanda Hanafi Margareta
Diterbitkan oleh Omera Pustaka
Anggota Ikapi
Alamat Kantor: Ajibarang Kulon, Banyumas, Jawa Tengah
Surel: omeracreative@gmail.com
Cetakan I, Juli 2023
Ukuran Buku: 14 x 21 cm
Halaman: 64 Halaman
- Harga; Rp37.000
- ISBN; masih dalam proses
Saat usia Mbah Sunar masih tiga puluh tahunan, Mbah Sunar masih biasa-biasa saja hidup di area yang amat mengerikan. Satu-satunya gubuk yang
berada di tengah-tengah hutan dan sangat jauh dari perkampungan. Tiga jam perjalanan yang harus ditempuh jika ingin menuju kampung. Dan satu lagi, jika ingin menuju kampung, banyak rintangan yang harus dihadapi. Mulai dari menyeberang sungai, rawa-rawa, dan jalan yang terjal, belum lagi jika harus bertemu dengan hewan buas, semacam ular atau buaya. Mbah Sunar sendiri enggan untuk pindah ke kampung, jangankan pindah, bermain atau hanya untuk mencari udara di luar. Menurut Mbah Sunar, ia lebih nyaman dengan suasananya saat ini, hidup dengan tenang dan damai. Berbeda lagi jika Mbah Sunar kehabisan minyak tanah, pasti Mbah Sunar akan pergi ke kampung untuk membeli minyak tanah. Mbah Sunar juga harus menjual kayu bakar agar bisa mendapatkan uang dan dapat membeli minyak tanah.